Kamis, 02 Agustus 2012

Kisah Inspiratif - HACHIKO, KISAH KESETIAAN SEEKOR ANJING



HACHIKO
Seekor anjing yang hidup beberapa tahun lalu di Jepang, kisah nyata ini menginspirasi tentang rasa “kesetiaan” seekor anjing kepada pemilik / tuannya. Hidupnya penuh pengabdian, setia pada tugas dan tanggung jawabnya hingga ajal menjemput. Berikut ini adalah kisah Hachiko, anjing yang sangat setia.


Kisah Inspiratif Hachiko anjing yang setia
Add caption
Hachiko adalah nama seekor anjing yang lahir  sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana.  Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor.


Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore. Hachiko, anjing yang sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya yaitu Eisaburo Ueno.

Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari selama beberapa tahun, dan orang-orang disekitar stasiun atau yang setiap hari datang sudah mulai hapal dengan tingkah anjing (dan pemiliknya) itu. Para petugas stasiun pun selalu tersenyum ramah saat melihat anjing itu berlari-lari kecil menjemput tuannya setiap sore. Ya, begitulah bagi anjing Haciko hal ini sudah menjadi tugas dan sebagai pengabdian kepada Tuan Eisaburo Ueno.

Hingga suatu ketika musibah itu datang kepada pemilik anjing tersebut. Pada suatu siang, Eisaburo mendapatkan serangan jantung di universitas tempatnya bekerja. Ia meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit. Segenap keluarganya langsung dihubungi oleh pihak universitas untuk menjemput jenazah Eisaburo.

Lalu bagaimana dengan anjing peliharaan, Hachiko ? Ternyata, pada sore harinya anjing itu tetap datang ke stasiun untuk menjemput tuannya, tapi hingga larut malam ia menunggu, ternyata tuannya tidak datang. Anjing itu pulang kembali ke rumah.
Add caption

Besok sorenya, anjing itu kembali datang ke Stasiun - dan sekali lagi - ia pulang dengan ‘tangan hampa’. Kebiasaan ini ia lakukan setiap hari. Para petugas stasiun dan orang-orang di situ sangat bersimpati dan kadangkala memberinya makan saat ‘menjemput tuannya’.

Beberapa kerabat Eisaburo pun sebenarnya sudah berusaha untuk memelihara dan merawat anjing itu, tetapi tetap saja - setiap sore anjing itu nekat berlari menuju ke stasiun Shibuya.

Tak terasa 11 tahun sudah berlalu, dan anjing itu tetap melakukan aktivitas hariannya menunggu tuannya di stasiun tiap sore - hingga larut malam, bahkan kadang baru pulang besok paginya setelah pulas tertidur di stasiun.

Setelah berumur 15 tahun, anjing itu akhirnya meninggal dunia dalam kesetiaannya, tepat di tempat dimana ia biasa menunggu tuannya. Untuk memuji dan menghargai kesetiaan anjing itu, orang-orang membangun sebuah patung Hachiko di Stasiun Shibuya. Patung anjing itu masih berdiri kokoh hingga saat ini, sebagai sebuah inspirasi kesetiaan bagi orang-orang yang melewatinya.

Artikel lainnya :
JURUS SATU TANGAN YANG JADI PEMENANG
KISAH 2 EKOR KUDA
INFO PROMO DAN DAFTAR HARGA MOBIL BARU NISSAN & DATSUN
CARI TAHU TENTANG EVALIA - KLIK DISINI....!


INFORMASI HARGA DAN PEMESANAN MOBIL NISSAN
Add caption

Tidak ada komentar:

Posting Komentar