Selasa, 26 Mei 2015

Kisah Tauladan Nabi - Kisah Raja Habib, Gunung Qubais dan Mukjizat Rasulullah SAW




Image result for mukjizat rasulullah membelah bulan
Add caption
Kisah ini terjadi pada zaman jahiliah di antara beberapa orang raja ada seorang raja yang bernama raja Habib lbnu Malik berasal dari negeri Syam. Orang-orang arab menggelarnya “Raihanah Quraisyin.”

Suatu ketika Raja Habib bersama bala tentaranya sebanyak 12.000 orang yang singgah di Abthah, yaitu suatu tempat dekat kota Makkah, maka datanglah Abu Jahal beserta pengikutnya memberikan berbagai-bagai hadiah kepada raja Habib. Setelah itu Abu Jahal dipersilakan duduk di sebelah kanan raja Habib. Selanjutnya berkata raja Habib : “Wahai Abu Jahal katakan kepadaku tentang Muhammad.”

Berkata Abu Jahal : “Tuan, silalah tuan bertanya tentang Muhammad itu dari Bani Hasyim.”

Raja Habib pun bertanya kepada Bani Hasyim: “Wahai Bani Hasyim, katakan kepadaku tentang Muhammad itu.”

Keluarga Bani Hasyim: “Sebenarnya kami telah mengenal Muhammad itu sejak dia masih kecil, orangnya sungguh amanah dan setiap perkataannya adalah benar; dia tidak akan berkata selain dari yang benar. Apabila umur Muhammad mencapai 40 tahun dia telah dia membawa agama baru yang bukan datangnya dari nenek moyang kita.”


Setelah raja Habib mendengar penjelasan dan Bani Hasyim maka diapun berkata: “Bawa kemari Muhammad menghadapku dengan cara baik, kalau Muhammad menolak maka gunakan kekerasan. Raja Habib lalu mengutus salah seorang untuk menjemput Muhammad SAW. Setelah baginda Rasulullah SAW menerima pesan dari raja, beliau pun bersiap-siap untuk pergi, sementara itu Abu Bakar ra dan Siti Khadijah menangis karena takut baginda Rasulullah SAW akan dizalimi oleh raja tersebut.

Rasulullah SAW berkata: “Janganlah kamu berdua menangis, serahkanlah urusanku ini kepada Allah SWT.”

Kemudian Abu Bakar ra menyiapkan pakaian untuk digunakan RasuIulIah SAW yang terdiri dari baju berwarna merah dan sorban berwarna hitam. Setelah Rasulullah SAW mengenakan pakaian tersebut maka bersama Abu Bakar ra dan Khadijah ra segera pergi menghadap raja Habib. Setelah sampai di hadapan raja, Abu Bakar ra berdiri di sebelah kanan Rasulullah SAW sementara Siti Khadijah berdiri di belakang Rasulullah SAW.

Ketika Raja Habib melihat kedatangan baginda Rasulullah SAW lalu berdiri dihadapannya maka raja Habib pun bangun memberi hormat mempersilakan Rasulullah SAW duduk di sebuah kursi yang diperbuat dari emas. Sementara itu Siti Khadijah yang merasa cemas berdo'a kepada Allah SWT: “Ya Allah, tolonglah Muhammad dan mudahkanlah dia menjawab semua pertanyaan.”

Sewaktu baginda Rasulullah SAW duduk berhadapan dengan raja Habib, maka keluarlah cahaya memancar dari wajahnya,  terlihat duduk dengan tenang tanpa rasa takut.

Raja Habib memulai pertanyaannya : ‘Wahai Muhammad, engkau tahu bahwa setiap Nabi itu ada mukjizatnya, jadi apakah mukjizat kamu itu?”

Bersabda Rasulullah SAW: “Katakan apakah yang kamu kehendaki?”

Berkata raja Habib: Aku mau matahari itu terbenam dan bulan pula hendaklah turun ke bumi dan kemudiannya bulan hendaklah terbelah menjadi dua, kemudian masuk di bawah baju kamu dan separuh keluar melalui lengan baju kamu yang kanan dan sebelah lagi hendaklah keluar melalui lengan baju kamu yang kiri. Setelah itu bulan itu hendaklah berkumpul menjadi satu di atas kepala kamu dan bersaksi atasmu, kemudian bulan itu hendaklah kembali ke langit dan mengeluarkan cahaya yang bersinar dan hendaklah bulan itu tenggelam. Sesudah itu hendaklah matahari yang tenggelam muncul kembali dan berjalan ke tempatnya seperti semula.”

Setelah mendengar begitu banyak yang Raja Habib kehendaki, maka baginda Rasulullah SAW pun bersabda :

Apakah kamu akan beriman kepadaku setelah aku melakukan segala apa yang kamu kehendaki ?”

Berkata raja Habib : “Ya, aku akan beriman kepadamu setelah kamu dapat menyatakan segala isi hatiku.”

Abu Jahal yang sedang menyaksikan percakapan itu segera melompat ke hadapan sambil berkata: “Wahai tuanku, tuanku telah mengatakan yang cukup baik dan tepat.”

Rasulullah SAW pun keluar lalu pergi mendaki gunung Abi Qubais, kemudian baginda mengerjakan sholat dua rakaat lalu berdo'a kepada Allah SWT. Setelah berdo'a maka turunlah malaikat Jibril as bersama dengan 12.000 malaikat dengan memegang panah di tangan mereka.

Malaikat Jibril as berkata: “Assalamu alaika yaa Rasulullah, sesungguhnya Allah telah bersalam kepadamu dan berfirman:

“Wahai kekasihku, janganlah kamu takut dan bersusah hati. Aku akan senantiasa bersamamu dimana saja engkau berada dan telah tetap dalam pengetahuanKu dan berjalan di dalam qada kepastianKu di zaman azali apa-apa yang diminta oleh raja Habib bin Malik pada hari ini; pergilah kamu kepada mereka dan berikan hujjahmu dengan tepat dan jelaskan keadaanmu dan keutusanmu. Ketahuilah sesungguhnya Allah SWT telah menundukkan matahari, bulan, malam dan siang. Sesungguhnya raja Habib itu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai kedua tangan, kedua kaki dan tidak mempunyai kedua mata. Dan katakan kepadanya bahawa Allah SWT telah mengembalikan kedua tangannya, kedua kakinya dan kedua matanya.”

Setelah itu Rasulullah SAW pun turun dari gunung Abi Qubais dengan rasa tenang dan rasa gembira. Malaikat Jibril as di angkasa dan para malaikat berbaris lurus dan Rasulullah SAW berdiri di maqam Ibrahim. Dan adalah saat itu matahari terbenam.

Matahari mulai seakan-akan berlari cepat, sepertinya matahari cepat-cepat terbenam dan menjadi gelap gelita. Kemudian bulan terbit dengan terangnya, setelah bulan naik meninggi baginda Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan dua jari-jarinya kepada bulan itu, dan bulan seakan-akan berlari turun ke bumi dan berdiri di hadapan baginda Rasulullah SAW. Kemudian bulan itu bergerak-gerak seperti awan lalu bulan itu terbelah menjadi 2 dan bulan itu masuk di bawah baju Rasulullah SAW separuhnya keluar melalui lengan sebelah kanan baju baginda sementara yang sebelah lagi keluar melalui lengan sebelah kiri baju baginda. Kemudian bulan kembali mengeluarkan cahaya dengan terang lalu berdiri di atas kepala Rasulullah SAW dengan berkata : “Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan RasulNya sesungguhnya berbahagialah orang-orang yang membenarkan engkau Muhammad dan rugilah orang-orang yang menyalahi engkau.”

Setelah bulan berkata demikian maka bulan pun kembali ke langit menjadi terang dan menghilangkan dirinya. Setelah bulan menghilangkan dirinya maka matahari pun timbul kembali. Oleh kerana raja Habib telah mengatakan bahawa Rasulullah SAW mesti memberitahu rasa hatinya maka diapun berkata: ‘Wahai Muhammad, kamu masih ada satu syarat lagi.”

Belum sempat Habib hendak berkata maka baginda Rasululah SAW bersabda: “Sesungguhnya kamu mempunyai seorang puteri yang tidak mempunyai dua tangan, tidak mempunyai dua kaki dan dia juga tidak mempunyai dua mata dan sesungguhnya ketahuilah olehmu Allah SWT telah mengembalikan kedua tangan, kedua kaki dan kedua matanya.”

Setelah Habib mendengar dan meihat segala galanya maka dia pun berkata: “Wahai ahli Makkah, tidak ada kufur sesudah iman dan tidak ada keraguan sesudah yakin, oleh itu ketahuilah oleh kamu sekelian bahawa sesungguhnya aku bersaksi, Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang satu dan tidak ada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu hambaNya dan utusan-Nya.”

Raja Habib dan semua bala tenteranya masuk Islam. Kemarahan Abu Jahal meluap-luap dan dia berkata: “Wahai tuan raja, apakah tuan percaya kepada ahli syihir ini sehingga syihir itu telah mempesonakan tuan.”

Raja Habib tidak menghiraukan kata-kata Abu Jahal, sebaliknya raja Habib kembali ke negerinya Syam. Ketika raja Habib masuk ke dalam istananya dia disambut oleh anak perempuanya dengan mengucap: “Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu” (Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan AlIah dan saya bersaksi bahawa Muhammad itu adalah pesuruhNya dan utusanNya).

Raja Habib tercengang dengan kalimah yang diucapkan oleh anaknya maka dia pun berkata: “Wahai anakku, siapakah yang mengajarkan kepada kamu kalimah ini?”

Berkata anak raja Habib: “Sebenarnya sewaktu saya tidur, telah datang seorang lelaki lalu berkata kepada saya: “Sesunguhnya ayah kamu telah masuk Islam, kalau kamu mau masuk Islam maka aku kembalikan segala anggota kamu dengan baik.” Setelah itu saya pun tidur dan pagi ini diri saya tidak ada yang kurang seperti yang ayah lihat sekarang”

Kemudian raja Habib bersyukur sujud kepada Allah SWT agar nikmat iman dan bertambahlah keyakinan. Setelah itu raja Habib mengumpulkan emas, perak dan kain lalu dinaikkan atas lima ekor unta berserta dengan beberapa orang hamba dikirimkan kepada Rasulullah SAW.

Ketika rombongan yang membawa segala hadiah dari raja Habib itu sampai dekat kota Makkah, tiba-tiba muncul Abu Jahal bersama pengikutnya lalu berkata: “Kamu semua milik siapa barang-barang ini ?”

Berkata rombongan itu: “Kami dan semua barang-barang ini milik raja Habib bin Ibnu Malik dan kami hendak pergi pada Rasullulah SAW.”

Setelah Abu Jahal mendengar jawaban dari rombongan itu maka dia mencoba untuk merampas semua barang-barang yang bawa oleh rombongan itu, oleh karena rombongan itu tak mau  menyerahkan barang-barang tersebut maka timbullah kegaduhan dan keributan antara kedua belah pihak. Ketika kegaduhan tersebut telah sampai puncaknya datanglah penduduk kota Makkah dan bersama baginda Rasulullah SAW.

Melihat akan kedatangan para penduduk kota Makkah, maka berkata rombongan yang diutus oleh raja Habib itu: “Kesemua barang yang kami bawa ini adalah milik raja Habib, dan raja Habib berniat untuk rnenghadiahkan kesemua barang ini kepada Rasulullah SAW.”

Abu Jahal berkata: “Raja Habib menghadiahkan kesemua harang ini kepada saya.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Wahai penduduk Makkah, adakah kamu semua suka kalau aku membuktikan sesuatu ?”

Berkata penduduk Makkah: “Ya, kami setuju.”

Bersabda Rasulullah SAW: “Kita hendaklah memutuskan apa yang dikatakan oleh unta ini, untuk siapakah sebenarnya harta ini.

Berkata Abu Jahal: “Kita tentukan perkara ini esok pagi.”

Setelah mendapat persetujuan dari Rasulullah SAW untuk ditunda pada esok hari maka Abu Jahal kembali dan terus pergi kepada berhala-berhala yang disembahnya, dia pun memberi beberapa korban kepada berhala-berhala mereka dan memohon pertolongan pada berhala mereka sehingga pagi.

Apabila waktu yang dijanji telah tiba maka ramailah penduduk kota Makkah datang untuk melihat keputusan pengadilan. Rasulullah SAW datang bersama sahabat dan keluarganya sementara Abu Jahal bersama kelompok pengikutnya. Setelah Abu Jahal sampai maka dia pun terus mengelilingi unta itu dengan berkata: “Berkatalah unta-unta semua atas nama Lata, Uzza dan Manata.” Setelah Abu Jahal berkata demikian sekian lama sehingga matahari telah tinggi, namun unta-unta itu tidak berkata apa-apa.

Maka berkata penduduk kota Makkah: ‘Wahai Abu Jahal, cukuplah apa yang kamu buat itu, sekarang giliran Muhamad pula untuk melakukannya.”

Rasulullah SAW pun menghampiri unta-unta tersebut dengan berkata: ‘Wahai unta makhluk Allah, demi ciptaan Allah berkatalah kamu dengan kekuasaan Allah.”

Setelah Rasulullah SAW berkata demikian maka bangunlah salah satu dari lima ekor unta lalu berkata: “Wahai ahli kota Makkah, kami semua ini adalah hadiah raja Habib bin Ibnu Malik untuk dipersembahkan kepada Rasulullah SAW.”

Setelah unta itu berkata demikian maka RasulullahSAW pun menarik unta-unta tersebut berserta dengan barang-barang yang dibawanya ke gunung Qubais, kemudian Rasulullah SAW mengeluarkan semua emas dan perak yang ada diatas unta lalu dikumpulkan sehingga menjadi bukit lalu berkata: “Wahai emas dan perak, hendaklah kamu semua menjadi pasir.” Kemudian dengan sekejap sahaja kesemua emas dan perak itu menjadi bukit sehingga sekarang.


Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya. (Ar-R'ad 13:11)
Artikel lainnya :
INFO PROMO DAN DAFTAR HARGA MOBIL BARU SHOWRROM NISSAN JAKARTA - INFO OTOMOTIF, HARGA DAN WARNA ALL NEW NISSAN TEANA  Menghadirkan Mobil Sedan Terbaru All New Nissan Teana
New Nissan TEANA - silahkan KLIK disini...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar