Sabtu, 03 Mei 2014

Motivasi & Spirit - KISAH SULTAN HARUN AL RASYID DAN SEGELAS AIR MINUM




Sultan Harun Al Rasyid adalah seorang Khalifah atau penguasa dari Dinasti Abbasiyah yang hidup tahun 766-809 Masehi. Wilayah kekuasaannya sangat luas mulai sepanjang Persia, sepanjang aliran sungai Nil, Jazirah Arabia, semenanjung Balkan, hingga ke Cordoba. Pada masa khalifah Harun Al Rasyid berkuasa dinilai sebagai jaman keemasan ummat Islam. Kisah berikut ini sangat menarik untuk dibaca dan dijadikan bahan renungan kita semua, berikut kisahnya :

Add caption
Pada suatu didapati Sultan Harun Al Rasyid sedang duduk gelisah tanpa tahu hal apa yang menyebabkan kegelisahan dalam dirinya. Untuk mencari dan menemukan penyebabnya sang Sultan lalu mengundang seorang ulama besar pada saat itu yang bernama Abu As Sammak untuk datang ke istana untuk memberikan nasehat dan mencari tahu penyebab kegelisahaan yang dialaminya.

Maka datanglah Abu As Sammak atas undangan Sultan Harun Al Rasyid ke istana, ketika sudah ada di depan sang Sultan, datanglah seorang pelayan membawa segelas air yang telah dipesan Sultan Harun Al Rasyid sebelumnya sambil menunggu kedatangan ulama tersebut.

Sebelum Sultan Harun Al Rasyid meminum air didalam gelas tersebut, Abu As Sammak berkata :wahai Sultan, tunggu sebentar, jangan anda minum dulu. Aku ingin bertanya dan berharap Anda menjawab dengan jujur. Seandainya Anda haus tapi air dalam gelas ini tidak bisa Anda minum, berapa harga yang akan Anda bayar untuk segelas air ini ?”

Sultan Harun Al Rasyid menjawab : akan kubayar dengan setengah dari semua harta kekayaan yang kumiliki

Lalu Abu As Sammak bertanya lagi : seandainya segelas air yang sudah Anda minum tidak dapat keluar dari tubuh Anda sehingga mengganggu kesehatan, berapa harga yang akan Anda bayar untuk kesembuhan Anda ?”


Sultan Harun Al Rasyid menjawab :akan aku bayar dengan setengah lagi dari semua harta kekayaan yang kumiliki

Lalu Abu As Sammak melanjutkan : Wahai Sultan, ketahuilah ternyata bahwa seluruh harta, kekuasaan dan kekayaan Anda nilainya tak lebih dari segelas air

Lalu, bagaimana dengan kita ? Apakah kita lebih hebat dari Sultan Harun Al Rasyid ? Dan masihkah kita mengejar kekayaan serta sombong atas semua yg kita miliki?

Pembaca yang budiman,  Kisah tentang  Sultan Harun Al Rasyid diatas menggambarkan bahwa untuk sekedar minum segelas air dan mempertahankan hidup Sang Sultan begitu jujur dan rela mengorbankan semua harta kekayaannya.


Ingatlah, bahwa hal yang sama dapat terjadi pada siapun. Kalau Allah SWT berkehendak, semua yang kita miliki bisa hilang dalam sekejap, masihkah kita berlaku takabur dan sombong ketika tak memiliki apapun yang bisa kita banggakan..?

Kita diperintahkan untuk selalu mengucap Insya Allah, dan menjadi sadar bahwa seluruh harta kekayaan apapun bentuknya yang kita miliki saat ini hanya dapat terjadi atas izin-Nya, dengan kekuatan-Nya, bukan kekuatan kita.

Marilah kita syukuri setiap kecukupan yang Allah SWT berikan pada kita. Kalau kita syukuri, Insya Allah akan Allah SWT tambahkan segala nikmat dan karunia-Nya. Sebaliknya kalau kita tak mampu untuk mensyukuri apapun yang Allah SWT telah berikan pada kita, Allah SWT bisa mengambil semua yang pernah diberikan-Nya. 

Semua yang ada di dunia ini bersifat fana (tidak kekal), semua hanya pinjaman atau titipan dari-Nya, yang suatu saat dapat diambil kembali oleh pemilik kehidupan ini. Dan kalau sampai diambil, katakanlah Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun, semua datang dari Allah SWT, kembali ke Allah SWT.

Ketika apa yang dititipkan itu diambil,  maka janganlah kita berputus asa (down), demotivasi atau bahkan ada yang bunuh diri. Namanya juga pinjaman. Kita hanya punya hak pinjam pakai yang bisa dicabut sewaktu-waktu, kapan saja oleh Sang Pemilik kehidupan ini. Marilah kita selalu bersyukur, berserah diri, istigfar, dan mencegah keluh kesah apapun.

Semoga dengan menjalankannya hati kita akan selalu merasa cukup, tak kekurangan. Hidup akan terasa indah dalam kondisi apapun. Amin YRA.



Artikel lainnya :

Segelas Air Bisa Menjadi Masalah Yang Berat


INFORMASI HARGA DAN PEMESANAN MOBIL NISSAN
Add caption

Tidak ada komentar:

Posting Komentar