• AstaghfiruLlâh al 'Azhîm, AstaghfiruLlâh al 'Azhîm, AstaghfiruLlâh al
'Azhîm, alladzî lâ ilâha illâ Huwal Hayyul Qayyûm wa atûbu ‘ilaih(i).
Artinya :
Aku memohon ampunan kepada Allâh Yang Maha Agung, Aku memohon ampunan
kepada Allâh Yang Maha Agung, Aku memohon ampunan kepada Allâh Yang Maha
Agung, Dzat yang tiada tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup Maha Tegak,
dan aku bertaubat kepada-Nya.
Nabi saw bersabda : "Barangsiapa mengucapkan (istighfar tsb diatas) akan diampuni dosa-dosanya, meskipun pernah lari dari medan peperangan." (HR. Al Hakim).
• Allâhumma innî zhâlamtu nafsi zhulman katsîrâ(n), wa lâ
yaghfiru-dz-dzunûba illâ Anta, faghfir-lî maghfiratan min ‘indika
warhamnî, innaka Antal Ghafûrur-Rahîm(i).
Artinya :
Yâ Allâh! Sungguh aku
banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa-dosa
kecuali Engkau. Karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat
kepadaku. Sungguh Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. (HR. Bukhari
Muslim).
• Allâhumma Anta Rabbî lâ ilâha illâ Anta khalaqtanî,
wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ûdzubika
min syarri mâ shana’tu, abu-u laka bi-ni’matika ‘alayya wa abu-u
bi-dzanbî, faghfirlî, fa innahu lâ yaghfirudz-dzunûba illâ Anta.
Artinya :
Yâ
Allâh, Engkau adalah Rabbku. Tiada ilah selain Engkau. Engkau telah
menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu dan aku selalu berusaha menepati
ikrar dan janjiku kepadaMu dengan segenap kekuatan yang aku miliki. Aku
berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui betapa
besar nikmat-nikmatMu yang tercurah kepadaku ; dan aku tahu dan sadar
betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku.
Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau.
Dari Syaddad bin Aus ra, ia berkata bahwa Rasûlullâh saw bersabda,
“Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh
keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia
termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam
hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum subuh, maka ia
termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari 7/150, no. 6306).