Jumat, 13 September 2013

BELAJAR BISNIS : Kunci dari Sebuah “Brand”





Sebuah brand mempunyai peranan vital dalam sebuah perusahaan/organisasi. Brand menjadi salah satu elemen penting yang bisa mencerminkan bahkan menentukan apakah sebuah bisnis perusahaan/organisasi tersebut dapat terus berkembang atau justru hilang ditelan zaman. Apalagi jika produk yang kita pasarkan termasuk produk low involvement dan limited decision making, dimana konsumen cenderung memiliki pengetahuan yang rendah tentang produk dan hanya mengandalkan persepsi pada saat mendefinisikan kualitas suatu produk, tentu kehadiran brand akan menjadi sesuatu yang sangat penting.

Untuk itu, beberapa tolak ukur sederhana yang dapat digunakan bagi suatu brand memperhatikan beberapa hal ini :

1. Good brand should have focus :
Brand yang kokoh pada umumnya mempunyai fokus yang kuat pada sebuah produk/bisnis (atau kategori produk/bisnis yang masih saling berkaitan). Dengan begitu, maka positioning yang dibangun menjadi lebih tajam dan tidak membingungkan konsumen (atau stakeholder lainnya).

2. Good brand should be easy to relate :
Jika kita ingin mengembangkan suatu produk/organisasi sendiri dan ingin memberi brand, maka alangkah baiknya jika kita dapat memilih nama atau simbolisasi yang mudah diingat dan diucapkan, namun tetap punya relevansi yang kuat dengan filosofi maupun fokus bisnis.

3. Good brand should be consistent :
Dalam brand management kita sering mengenal dengan apa yang disebut sebagai brand manual. Disinilah peran sebuah pedoman dalam menentukan bagaimana brand dapat secara konsisten ditampilkan, dari jenis font, ukuran hingga pola warna telah diatur secara detail dalam brand manual. Semua itu dilakukan agar konsistensi brand terjaga dan demikian pula dengan makna yang ingin disampaikan.

4. Good brand should be trusted :
Biasanya apa yang dijanjikan oleh sebuah brand akan tercermin dalamtagline atau slogan yang menjadi "penguat" brand. Meskipun sederhana, ini hal ini adalah janji yang harus ditepati secara konsisten hingga menimbulkan "kepercayaan" dalam benak konsumen. Nah disinilah, banyak terjadi salah kaprah bahwa ruang lingkup brand terbatas pada sisi tangible (citra) semata padahal untuk membangun kepercayaan ada sisi intagible yang harus dibangun (budaya).

Demikianlah, bagaimana kita dapat secara sederhana melihat kekuatan suatu brand. Empat aspek diatas merupakan aspek dari brand yang dapat kita wujudkan melalui brand management yang baik dan tepat. Brand management ini dimulai dengan riset untuk mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menyelaraskan fokus strategi brand dengan strategi perusahan/organisasi, membangun citra yang relevan dengan stakeholders, menjaga konsistensi citra brand dan pada akhirnya adalah menghidupkan makna itu agar dipercaya bukan sekadar slogan semata.

Anggaplah sebagai contoh kita ingin mempunyai brand dengan atribut "mudah", maka konsekuensinya adalah "kemudahan" itu harus terlihat dan juga terasa dalam semua aspeknya; mudah dipahami, mudah dijangkau, mudah solusinya dan mudah lain-lainnya. Bagaimana kita dapat mewujudkan kemudahan itu tentunya atribut "mudah" ini harus diresapi oleh seluruh elemen mulai dari produk, personel, prosedur, proses, pelayanan, dan elemen lainnya sehingga bisa membentuk pengalaman yang "memudahkan" konsumen.
Bagaimana agar seluruh elemen dalam perusahaan bisa meresapi dan menjalankan atribut "mudah" ini. Tentunya harus menjadikan "kemudahan" sebagai bagian dari budaya perusahaan. 

Usaha untuk mengintegrasikan budaya kedalam seluruh elemen ini kita namakan sebagai proses cultural transformation dan merupakan bagian penting yang harus dilakukan sebagai proses branding internal dan menjadi jawaban atas branding eksternal (atau komunikasi eksternal) yang kita lakukan. Jika keduanya sudah sinkron maka brand tersebut sudah bisa dikatakan berhasil dalam membangun kepercayaannya.


Sumber : www.fortunepr.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar